Monday, February 8, 2016

ALTERNATIF PIZZA MURAH DI SOLO

Pizza merupakan adonan pipih berbentuk lingkaran dengan potongan daging, sayur, dan buah sebagai topping serta ditambah taburan keju lalu kemudian dipanggang. Makanan asal Italia ini memang sangat populer terutama bagi kaum anak-anak sampai remaja, tetapi tidak terlalu popular bagi kaum tua dewasa.

Restoran atau tempat makan pizza di Indonesia didominasi oleh Pizza H*t yang sudah tersebar hampir di seluruh kota termasuk di kota Solo. Ada juga P*pa R*n’s Pizza dan D*mino’s Pizza yang hanya ada di beberapa kota saja di Indonesia. Untuk soal harga, restoran pizza ini sama-sama mahal cukup bersaing. Walaupun dengan banyaknya varian topping atau isian pada pinggiran pizza yang meningkatkan nafsu makan dan ukuran pizza yang bervariasi namun dari segi harga masih tergolong kurang pas dengan dompet anak muda yang kebanyakan adalah mahasiswa bahkan siswa sekolah.

Di Solo ada tempat makan pizza dengan harga yang murah dibandingkan Pizza H*t atau P*pa R*n’s Pizza. Panties Pizza adalah warung “pizza lipat” di Solo dan merupakan yang pertama di kota ini. Panties Pizza mengusung konsep seperti namanya, yaitu pizza celana atau calzone. Calzone adalah pizza isi atau pizza lipat yang berasal dari Naples, Italia. Calzone biasanya terbuat dari adonan dengan rasa asin diisi dengan salami atau ham, berbagai macam keju dan bisa juga ditambah telur kemudian dipanggang. Sedangkan untuk calzone yang berukuran kecil biasanya digoreng. Kalau di Indonesia namanya pastel!




Di Panties Pizza ada berbagai varian isi pizza lipat yang terbagi menjadi kelompok savoury dan kelompok sweet. Kelompok savoury dengan isian utama dari berbagai olahan daging sapi dan ayam, seperti daging asap, salami, sosis, dan chicken teriyaki. Ada juga yang hanya berisi berbagai macam keju.  Sedangkan kelompok sweet berisi berbagai macam buah dan coklat. Disini, kita bisa minta tambahan topping, seperti keju dan jamur, tapi tentunya dengan tambahan biaya. Untuk menu minuman disini tersedia minuman bersoda dan berbagai teh seperti lemon tea dan green tea.

Tekstur pizza lipat ini terasa empuk, apalagi jika menggigitnya beserta dengan isinya. Kering di luar, basah di dalam. Hmm, yummy!


Pizza lipat ini bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp 17.000 sampai Rp 35.000. Dengan harga yang relatif murah Panties Pizza bisa menjadi alternatif bagi anak muda karena harganya masih terjangkau dan sesuai dengan isi dompet. Tapi menurut saya pribadi harganya overpriced, karena isian di dalam pizza lipat ini termasuk sedikit. Atau mungkin karena menggunakan keju mozzarella yang harganya termasuk mahal sehingga hanya sebanyak itu isian yang bisa didapatkan konsumen?

Bagaimana cara memesan pizza disini? Inilah yang saya suka. Kita tidak perlu terlalu lama menunggu untuk mendapatkan pesanan kita. Panties Pizza menggunakan sistem order and pay. Artinya kita diharuskan memesan menu langsung ke kasir dan langsung membayarnya. Pertama, kita harus memesan minuman terlebih dahulu karena minuman akan langsung kita bawa sendiri begitu selesai membayar. Hampir mirip seperti kalau kita memesan di restoran ayam cepat saji K*C atau M*d. Bedanya jika di Panties Pizza hanya minumannya saja yang langsung dibawa sendiri sedangkan untuk pizza tetap harus menunggu sekitar 5-10 menit. Begitu pizza sudah siap kita akan dipanggil untuk mengambilnya melalui alat yang mereka sebut “pager”. Alat ini akan berbunyi jika pizza pesanan sudah siap untuk diambil. Pager akan diberikan setelah melakukan pembayaran dan harus dikembalikan saat mengambil pesanan. Unik ya? Tetapi, menurut saya dengan menggunakan alat tersebut, sedikit membuat bingung karena jika pengunjung sedang ramai, pager akan berbunyi bersahut-sahutan sehingga membuat suasana menjadi berisik.


Selain pelayanan yang termasuk cukup cepat, ada satu hal lagi yang membuat saya mengapresiasi yaitu saat varian pizza yang saya pesan habis, pelayan menghampiri dan memberitahu bahwa pizza yang saya pesan habis kemudian menawarkan mengganti dengan varian pizza yang lain. Karena varian pizza yang saya pesan sebagai pengganti harganya lebih dari harga varian pizza yang saya pesan sebelumnya, maka otomatis saya bertanya untuk membayar kekurangannya. Namun ternyata si mbak pelayan berkata “nggak usah” dan kemudian saya balas dengan ucapan terimakasih disertai nada heran tapi senang. Tau gitu pilih varian pizza yang paling mahal, haha.


Dari segi tempat, sangat simpel dan sederhana, hampir semua meja dan kursi terbuat dari kayu dan bisa jadi tempat yang nyaman untuk makan pizza bersama keluarga, teman, ataupun pacar. Namun menjadi kurang nyaman ketika sedang ramai pembeli terutama di area dekat kasir karena banyak yang mengantri ataupun menunggu pesanan untuk take away. Selain itu kelengkapan meja juga kadang tidak ada di beberapa meja, seperti saus. Pada saat itu saya harus mengambil saos dari meja lain karena di meja saya tidak ada apa-apa di atasnya.

Sedikit tips dari kami jika makan disini. Makanlah pizza selagi panas atau hangat pasti akan lebih nikmat jika dibandingkan sudah dingin. Dan jangan bandingkan pizza di panties pizza dengan pizza di Pizza H*t. karena mereka tidak sama, dari sisi bentuk, harga dan rasa.

2 comments:

  1. Murah banget kalo pizza nya cuman 17 ribuan dan itukeju nya meleleh banget YUMMY

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah blog kami didatangi Mas Cumi, salam kenal mas :)
      Iya mas, bisa jadi alternatif makan pizza yang murah dan enak. Lumayan, hehe.

      Delete