Monday, May 25, 2015

MENYUSURI GOA PINDUL


Gunung Kidul memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Selain terkenal dengan pantai pasir putihnya, ternyata Gunung Kidul memiliki wisata air lainnya yang tidak kalah menarik. Bagi yang suka tantangan bisa mencoba bermain air di Goa Pindul. Tidak akan sulit untuk menemukan lokasinya. Kurang lebih 30 menit dari jalan utama Jogja-Wonosari. Bagi yang tidak mau repot mencari, sudah banyak penyedia jasa antar yang berjejer siap mengantar menuju lokasi.

Tunggu, bermain air di goa? Seperti apa ya?

Kali ini saya dan teman-teman berkesempatan untuk kesana, mencoba kesejukan segarnya air goa yang katanya asik untuk dimain-mainkan. Sebaiknya untuk menikmati goa ini, datanglah bersama rombongan karena pemandu akan memulai perjalanan jika sudah ada 10 orang per rombongan. Tapi tidak perlu khawatir, jika memang tidak datang bersama rombongan, bisa bergabung dengan pengunjung lainnya. Dengan rombongan berjumlah kurang lebih 50 orang, kami pun bersiap-siap untuk melakukan penyusuran. Saya kurang tau berapa harga tiket pastinya jika datang rame-rame, yang pasti akan lebih murah daripada jika datang sendirian. Harga reguler tiket yang tertulis adalah Rp40.000,00 per orang. Setelah mengurus administrasi, kami pun masing-masing mendapatkan pelampung dan ban karet yang nantinya digunakan sebagai media “transportasi” untuk menyusuri goa. Kedalaman airnya cukup dalam sehingga pengunjung tidak diperkenankan untuk menyusuri goa dengan berjalan kaki. Agar lebih safety, pengunjung sangat diwajibkan untuk memakai pelampung.

Kemudian kami dibagi menjadi beberapa rombongan, tiap rombongan ada 10 orang dengan satu pemandu. Jarak lokasi basecamp dengan goa tidak terlalu jauh, tetapi kami diharuskan untuk berjalan kaki terlebih dahulu untuk sampai kesana dengan membawa sendiri ban karet yang, ehm, lumayan berat. jangan lupa berfoto-foto ria dulu ya sebelum bajunya basah.

Foto dulu sebelum nyemplung

Ketika sudah sampai di tepi goa, pemandu akan mulai memberi pengarahan SOP (Standard Operating Procedures) sebelum menyusuri goa, yang isinya antara lain bagaimana cara duduk di ban karet, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika penyusuran, dan lain-lain. Setelah pengarahan, saatnya memulai petualangan. Kami diharuskan berjejer-jejer bergandengan tangan agar ban karetnya bisa berjalan. Jadi jangan sampai gandengannya lepas ya. Kalo lepas, barisan bisa bubar, kan kasian temennya nanti kayak orang kehilangan induknya.

Posisi sebelum masuk goa kayak gini nih

Di sepanjang perjalanan, pemandu akan menjelaskan tentang asal usul goa beserta kandungan batu yang ada di dalam goa tersebut. Saat pemandu menjelaskan tentang sejarah goa, saya tidak begitu mendengarkannya karena banyak teman-teman yang bertanya kepada pemandu, yang sabar ya mas. Jangan tanya soal gelap apa gak, namanya aja goa pasti gelap banget. Anehnya, yang bawa headlamp cuma pemandunya aja, jadi kami melihat sekitar goa hanya mengandalkan sorotan lampu dari si pemandu. Seperti goa pada umumnya, terdapat stalaktit dan stalakmit. Ada sebuah spot yang konon katanya, kalo berhasil mendapatkan tetesan air dari batu tersebut, bisa awet muda.

Ini stalaktit atau stalakmit ya?

Lubang cahaya terlihat dari dalam goa

Di area ini pengunjung diperbolehkan berenang sampai ke arah pintu keluar

Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menyusuri goa sampai keluar mulut goa. Nah, sebelum keluar dari mulut goa, kami diperbolehkan melepas ban karet dan berenang menuju mulut goa. Kalo yang suka tantangan lebih, bisa juga mencoba melompat ke dalam air dari sisi bagian atas goa. Sebenernya saya pengen nyoba sih waktu itu, tapi berhubung tempatnya sudah dikuasai sama temen-temen cowok dan males antri akhirnya saya langsung berenang keluar aja. Bermain air menyenangkan juga kan?

No comments:

Post a Comment