Thursday, December 25, 2014

BERGEMBIRA DI GEMBIRA LOKA




Akhirnyaaa!

Kesampaian juga jalan-jalan (lagi) ke Gembira Loka. Dulu kesana pas acara study tour jaman SD. Sempet 4 tahun stay di Jogja tapi belum sekalipun berkunjung ke kebun binatang yang biasa disebut GL Zoo tersebut. Kesampaiannya malah pas udah gak tinggal disana lagi. Dan saya rasa ada perbedaan antara GL Zoo yang dulu sama yang sekarang. Ya iya lah dulu itu jaman kapan, sekarang binatangnya udah tambah banyak. Tempatnya juga udah dikelola dengan baik dan lebih bersih. Dan lebih serunya lagi, kali ini saya pergi berdua bareng pacar, mau backpacker berdua gitu, hehe.

Suka deh dateng ke GL Zoo, gak rugi bayar tiket masuk Rp 20.000. Selain faktor internal dari kebun binatangnya sendiri, akses transportasi umum menuju lokasi wisata ini juga mudah. Karena backpacker-an jadi ya kami kesini gak bawa kendaraan pribadi. Dari Solo naik kereta lokal yang menuju ke Jogja kemudian turun di stasiun Maguwo. Dari Maguwo kemudian naik bis Trans Jogja jurusan 2B, gak perlu transit jurusan lain karena nanti bisa langsung turun di halte depan Gembira Loka. Enak kan?

Tiket masuk Gembira Loka Zoo. Rp 20.000 (weekdays) & Rp 25.000 (weekend)

Saya sangat suka dengan binatang mamalia jenis orang utan, monyet, lutung, dan sejenisnya. Mirip aja tingkahnya sama manusia jadi keliatan lucu. Kebetulan binatang yang pertama kali dijumpai begitu memasuki area satwa adalah gajah dan orang utan. Menggemaskan sekali melihat tingkahnya yang bermacam-macam. Ada yang cuek, sok cool, ada pula yang cari perhatian.

Rumah gajah di GL Zoo. Ada yang tau ada berapa gajah?

Rumah orang utan di GL Zoo. Hayoo keliatan gak orang utannya dimana aja, hehe.

Dan berikut beberapa hewan yang sempat kami foto :

Gajahnya haus, lagi minum, hehe.

Kura-kura Aldabra dan "rumahnya". Ini kura-kura besar banget!

Pinguin Jackass. Merupakan daya tarik baru untuk GL Zoo.

Beruang madu. "Like a Boss"

Babi hutan

Kapibara

Yang menarik lagi adalah di GL Zoo terdapat Taman Burung yang terdiri dari beberapa dome sehingga burung-burung bebas berterbangan alias tidak dikurung atau dikandang.

Burung merak bebas jalan-jalan, gak dikandang

Salah satu jenis burung di Taman Burung GL Zoo. Tidak dikandang juga.

Dan di GL Zoo juga banyak papan informasi mengenai binatang-binatang dan "sign" menarik lainnya. Jadi selain kita bisa enjoy melihat binatang, kita juga bisa menambah wawasan kita.

Informasi mengenai sarang burung

BBM = Black Board Message. Informasi mengenai kerangka burung.

Informasi mengenai jenis-jenis burung ocehan

Informasi tentang Pinguin Jackass

Salah satu "sign" menarik yang ada di GL Zoo

Meskipun namanya kebun binatang, tetapi gak cuma binatang aja yang ada di dalamnya. Ada bermacam-macam wahana lainnya seperti museum, arboretum, satwa terampil (tempat para binatang melakukan "show"), feeding time (ngasih makan binatang-binatang di GL Zoo) restoran yang berbentuk kapal, danau buatan dengan berbagai macam wahana perahu, kolam ikan terapi (yang digigit-gigit ikan kecil-kecil itu), ada goa sebagai jalan pintas (sumpah kirain goanya panjang ternyata pendek banget), ATV, dan berbagai permainan untuk anak-anak lainnya. Buat yang gak mau capek jalan kaki mengingat areanya yang cukup luas, bisa menyewa sepeda atau naik kereta keliling yang memang diperuntukkan untuk pengunjung. Yang penting siap-siap duit aja. Kami sih lebih suka jalan kaki biar lebih santai dan puas menikmati suasana kebun binatangnya. Backpacker gitu loh, hahaha.

Mayang Tirta. Restoran berbentuk kapal.

Danau buatan di GL Zoo

Anak-anak sedang bermain wahana perahu senggol

Oh iya, saat membeli tiket masuk kita akan diberi peta GL Zoo jadi kita gak bakalan bingung atau kesasar. Selain itu GL Zoo dilengkapi dengan wifi, tapi di area-area tertentu yang bertuliskan wifi area. Untuk mendapatkan password-nya bisa minta di loket khusus dengan menukarkan tiket masuk. Sayang sekali jalan-jalan kali ini kurang berasa moment-nya soalnya hujan dan lupa gak bawa payung! Jadi kami gak bisa banyak mengambil foto, takut handphone rusak kena air. Meskipun ada mas-mas yang nawarin sewa payung keliling tapi kami lebih memilih menjadi backpacker sejati (bilang aja mau irit), hehehe.

Justru menurut saya bagian yang paling seru dalam perjalanan kami kali ini adalah ketika jalan-jalan diakhiri dengan berlari-lari di bawah guyuran hujan untuk mengejar kereta. Jadi karena hujan tak kunjung reda, akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan berlari hujan-hujanan ke halte bus Trans Jogja. Akhirnya nunggu bus dengan keadaan baju lumayan basah. Setelah setengah jam lebih menunggu akhirnya kami naik bus Trans Jogja juga. Tapi tiba-tiba kami merasa ada keanehan pada bus karena setiap belok bus tersebut mengeluarkan bunyi bising seperti bunyi gesekan besi. Dan benar saja ternyata bus yang kami naiki mengalami trouble dan mogok. Untung mogoknya pas di halte tujuan kami transit untuk berganti bus yang menuju arah Malioboro. Sampai di Malioboro hujan masih deras, kami pun akhirnya nekat lari hujan-hujanan ke stasiun Tugu untuk mengejar kereta karena kami tidak ingin pulang malam. Kebayang gak, kereta berangkat jam 16.15 beli tiketnya jam 16.08. Belum lagi ditambah jalan ke peron stasiunnya. Duh, capek mak lari-lari terus!

No comments:

Post a Comment