Sunday, May 25, 2014

MY FIRST SUMMIT ATTACK

Pertama kali mendaki, Gunung Merapi menjadi tujuan. Gunung yang masih aktif ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pendakian yang saya lakukan ini terhitung sangat dadakan. Mengapa begitu? Karena siang hari sebelum saya memutuskan untuk mendaki, posisi saya sedang berada di Imogiri bersama dengan teman-teman. Sedangkan pendakian akan dilakukan pada malam harinya. Akhirnya dengan waktu istirahat 3 jam, berangkatlah saya pada malam itu.

Saya dan rombongan melakukan pendakian dari jalur New Selo yang ada di Boyolali. Untuk menuju New Selo dari Yogyakarta, kami memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan karena terkendala ban bocor pada saat itu. Sesampainya di basecamp, kami langsung melakukan persiapan untuk mendaki. Pukul 02.00 WIB mulailah kami melakukan pendakian. Kami hanya membawa keperluan logistik siap makan tanpa membawa tenda, kompor, sleeping bag, ataupun matras karena kami tidak berniat nge-camp serta baju dan jaket yang menempel di badan.

Dari basecamp menuju gerbang New Selo, kami harus berjalan menanjak menyusuri jalan beraspal. Baru berjalan sampai disini saja, saya sudah merasa tidak sanggup. Rasanya ingin berhenti saja dan tidak jadi ikut naik ke atas. Namanya juga baru pertama kali nanjak, hehe. Tapi, berkat semangat dari teman-teman lainnya, akhirnya saya pun meneruskan perjalanan. Di sepanjang perjalanan, mata saya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan. Begitu juga dengan pemandangan di sekitar. Saya hanya bisa merasakan jalan yang naik dan terjal yang terdiri dari tanah dan banyak didominasi oleh bebatuan. Dengan ditemani lampu senter dan cahaya bulan saya tetap berjalan dan sesekali berhenti untuk mengatur nafas dan beristirahat.

Rencana pada saat subuh sudah sampai di Pasar Bubrah ternyata meleset. Saat itu kami masih berada di bawah pos 2. Wow masih jauh sekali dari target, hahaha. Mengapa kami terlambat? Karena kami banyak melakukan istirahat karena kelelahan. Akhirnya kami hanya melihat sunrise dari bawah pos 2 tersebut.

Sunrise di bawah pos 2

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dan sekitar pukul 6.30 kami sampai di pasar Bubrah. Saya kira antara puncak dan pasar Bubrah itu dekat. Ternyata memang dekat tapi ...

Puncak Merapi dilihat dari Pasar Bubrah

Kami masih harus mendaki satu gunungan lagi dengan medan yang hanya terdiri dari batu dan pasir untuk mencapai puncak. Waaaoow ! hampir saja putus asa waktu itu. Tapi rasa penasaran dan keinginan untuk  bisa mencapai puncak mengalahkan keputusasaan itu.

Berawal dari berjalan di atas pasir yang tebal sehingga sulit untuk berjalan karena kaki terasa berat, dilanjutkan berjalan melewati bebatuan. Hmm, serasa sedang climbing di bebatuan dimana harus mencari ke kiri dan ke kanan untuk memilih batu yang kuat untuk dipijak. Hampir 2 jam perjalanan dengan medan seperti ini. Namun akhirnya, saya sampai di puncaaaaaak. Gunung Merbabu pun terlihat sedang berdiri gagah berdampingan dengan Gunung Merapi.

Merbabu berdiri gagah di sisi Merapi

Kawah Merapi

Puncak pertama saya, Merapi ! Gunung dengan jalur kemiringan yang curam berhasil saya lalui. Terima kasih Tuhan atas ijin-Mu dan betapa indahnya ciptaan-Mu.

Di puncak bibir kawah Merapi

No comments:

Post a Comment