Wednesday, April 30, 2014

RIDING TO MALANG

Malang, kota yang terletak di bagian selatan provinsi Jawa Timur menyimpan banyak keindahan alam yang begitu menarik. Ditambah banyaknya tempat wisata yang ditawarkan dan dipadukan dengan banyaknya aneka macam kuliner khas daerah yang menggugah selera untuk mencicipi setiap makanan disana membuat Malang menjadi salah satu kota di provinsi Jawa Timur yang wajib dikunjungi para traveler. Topografi kota Malang yang berbukit-bukit menjadikan Malang memiliki hawa yang sejuk. Gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru, berdiri gagah di kawasan daerah ini. Hal - hal tersebutlah yang kemudian menjadi daya tarik kami untuk menghampiri kota Malang.

Ok, Let’s the story begin. Kami menuju Malang menggunakan sepeda motor dengan modal pas – pasan (re: duit pas seadanya + beberapa pakaian ganti didalam ransel) dan cuma ngandelin petunjuk arah di jalan, peta serta gps di gadget karena benar-benar belum tau rute pastinya. Berangkat dari Solo menuju Malang, kami memutuskan untuk melalui jalur selatan dimana untuk sampai ke Malang kami harus melewati 6 kota yaitu Sukoharjo, Wonogiri, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar sebelum sampai di Malang.

Perjalanan yang sangat menakjubkan dimana sepanjang perjalanan lebih banyak melewati jalan yang berbukit, berkelok-kelok dan jalanan yang rusak serta rawan longsor dibeberapa tempat membuat harus berkonsentrasi lebih saat mengendarai motor dan tentu aja jadi lebih capek! Namun, pemandangan alam yang disuguhkan begitu menawan, seperti menelusuri dan bertualang di tengah pegunungan, hehe. Sejauh mata memandang terlihat bukit-bukit yang menjulang tinggi dan beberapa pemukiman penduduk setempat, kecuali saat masuk daerah perkotaan ya. Pemandangan dan tempat – tempat baru yang belum pernah dikunjungi menjadi penangkal rasa capek yang cukup ampuh. Tips jika ingin berkendara melewati jalur selatan ini, penuhilah tangki bensin selalu karena kita akan lebih banyak melewati perbukitan yang tentu saja sangat jarang pom bensin. Walaupun ada penjual bensin eceran di daerah pemukiman warga tapi itu juga sedikit banget yang jualan. Nggak pengen kan dorong kendaraan di jalan yang naik turun dan berkelok-kelok?

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan namun menyenangkan selama 8 jam dan cuman 2 kali istirahat, iya 2 kali doang, akhirnya sampai di Malang, yeaaaaah!
Ternyata suasana kota Malang ramai banget, nggak kalah ramai sama kota-kota lainnya. Dan tujuan pertama kami adalah alun-alun Malang yang terletak di pusat kota Malang dimana di sepanjang pinggiran alun-alun ini terdapat pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan. Yang menarik adalah keberadaan burung dara yang memang sengaja dikembangbiakkan di alun-alun ini.

Rumah burung dara yang berada di alun-alun Kota Malang


Jika pengunjung bersantai di alun-alun tentu saja akan menikmati burung-burung dara tersebut menari ria di atas alun-alun maupun burung-burung yang berjalan di bawah. Pengunjung juga bisa memberi makan burung dara dengan melempar biji-bijian seperti jagung dan kacang hijau atau potongan-potongan roti. Dengan begitu kita akan dihampiri dan dikerumuni oleh burung-burung dara.

Foto bareng burung dara dulu...

Alun-alun ini sangat ramai pengunjung di hari Jumat siang dan malam Minggu. Banyak keluarga-keluarga yang menyempatkan waktu untuk bersantai disini. Oh iya, hati-hati ya kalau di alun-alun Malang, waspada sama barang bawaan. Soalnya pas disana, tepat setelah selesai sholat Jumat di sekitar alun-alun ada pencopetan. Entah apa yang ada dipikiran itu pencopet, nyopet pas lagi ramai bubaran sholat Jumat. Ya jelas aja ketangkep. Oke lupakan soal pencopet yang masih beruntung nggak dipukuli masa itu.

Seusai menikmati suasana alun-alun, perut pun memanggil minta diisi. Penasaran dengan kuliner yang katanya khas disini, yaitu bakso bakar, kami akhirnya bertandang ke warung makan bakso bakar Pahlawan Trip. Hmm, harganya cukup terjangkau sih dan sesuai dengan rasa tapi kalo bermodal pas-pasan seperti kami, paling cuman bisa beli seporsi dan seporsi itu nggak bikin kenyang! Hehe. Selain bakso bakar, makanan yang harus dicoba adalah pecel. Rasanya sih tidak jauh beda dengan pecel di kota lainnya, tapi ada tambahan lauk yang disajikan yaitu peyek. Eh, peyek sih juga nggak jauh beda ya, dimana-mana juga banyak, hahaha. Namun dari semua kuliner menarik yang kami nikmati, ada satu yang sangat menarik perhatian kami yaitu kekhasan rasa teh disana. Kali pertama kami mencicipi rasa teh yang berbeda dan enak. Kami langsung jatuh cinta pada teh yang kami ketahui namanya adalah teh naga dan membawanya sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.


Malang di malam hari suasananya asik juga lho. Ketika malam hari tiba, kami memutari kawasan alun – alun, stasiun lama di Kota Lama dan stasiun baru di Kota Baru. Alhasil suasana yang ditawarkan pun berbeda, di alun – alun suasananya remang-remang banyak orang pacaran romantis. Alun – alun dimalam hari dihiasi dengan lampu-lampu seperti lampion berwarna-warni, jadi ya banyak aja gitu pemuda-pemudi Malang yang ada disitu pada malam hari. Sedangkan di kawasan kota lama masih banyak terdapat bangunan-bangunan tua sebaliknya di kota Baru banyak terdapat bangunan-bangunan yang modern.

No comments:

Post a Comment